37 Peserta Magang Lapas Metro Terima Pengarahan dan Tanda Tangani Perjanjian Kerja

109 views

Metro — Sebanyak 37 peserta magang yang akan menjalani praktik kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro resmi menerima arahan awal dari Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, pada Senin (24/11/2025).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi para peserta magang karena pada kesempatan tersebut mereka juga menandatangani perjanjian kerja, disaksikan langsung oleh Kalapas dan para pejabat struktural. Kegiatan pengarahan dimulai dengan perkenalan para pejabat struktural beserta uraian tugas masing-masing.

Kepala Lapas Metro juga memberikan gambaran singkat tentang sejarah Pemasyarakatan hingga perkembangan organisasi yang kini berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Penjelasan ini diberikan untuk membangun pemahaman dasar mengenai lingkungan kerja yang akan mereka masuki.

Dalam arahannya, Kalapas Tunggul menyampaikan bahwa program magang memiliki nilai penting sebagai ruang pengembangan diri bagi generasi muda. Dengan latar belakang peserta dari berbagai disiplin ilmu di jenjang Strata satu. Diharapkan proses magang dapat memperkaya pola pikir dan menambah wawasan tentang dunia kerja, khususnya bidang Pemasyarakatan.

“Program yang baik ini, bertujuan untuk menambah kompetensi, wawasan dan pengalaman kerja. Apalagi dari berbagai disiplin ilmu di jenjang S1, tentu pola pikir berbeda. Harapannya juga dapat membawa hikmah dan keberkahan buat adik-adik semua, karena program ini merupakan inisiasi dari pemerintah,” kata Tunggul.

Ia kemudian menegaskan bahwa program magang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan menjunjung kedisiplinan serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di lingkungan Lapas.

“Ikuti program magang ini dengan sebaik-baiknya. Karena sudah masuk di suatu organisasi (Lapas), jadi adik-adik harus patuh terhadap apa saja yang berlaku di organisasi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Kalapas menjelaskan bahwa lingkungan Lapas memiliki karakteristik tersendiri, terutama dalam berinteraksi dengan Warga Binaan. Tidak semua hal dapat dilakukan secara bebas, sehingga penting bagi peserta magang untuk memahami aturan dan batasan yang ada.

“Kalo ada sesuatu hal, lebih baik ditanyakan kepada Bapak-Bapak atau Ibu-Ibunya disini. Saya harap juga bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik,” tutup Tunggul.

Usai menerima pengarahan, seluruh peserta magang secara resmi menandatangani perjanjian kerja yang berisi berbagai ketentuan penting terkait pelaksanaan magang. Penandatanganan dilakukan secara simbolis dengan disaksikan langsung oleh Kepala Lapas dan pejabat struktural. Proses ini menandai dimulainya masa magang mereka di Lapas Metro.

Para peserta akan melaksanakan program magang selama enam bulan, mulai November 2025 hingga Mei 2026. Mereka ditempatkan di berbagai seksi sesuai dengan kemampuan dan bidang ilmu yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *