Sulap Kedelai Jadi Tempe Berkualitas, Warga Binaan Buktikan Skill Nyata Dukung Ketahanan Pangan

130 views

Bandar Lampung – Aroma khas olahan kedelai memenuhi area Kegiatan Kerja (Giatja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung pada Rabu (28/01). Di tangan terampil warga binaan, biji kedelai pilihan “disulap” menjadi blok-blok tempe yang padat, bersih, dan berkualitas tinggi.

Produksi tempe ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian integral dari program pembinaan kemandirian. Warga binaan yang terlibat merupakan mereka yang telah lulus pelatihan, kini mengaplikasikan ilmu fermentasi dan pengolahan pangan secara profesional di dapur produksi Lapas.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja), Medi Oktafiansyah, menjelaskan bahwa unit usaha pembuatan tempe ini memiliki misi strategis yang sejalan dengan program nasional.

“Seluruh kegiatan ini memiliki dua tujuan besar. Pertama, kita mendukung penuh program ketahanan pangan dengan memproduksi sumber protein nabati yang terjangkau dan sehat. Kedua, ini adalah wadah bagi warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan yang sudah mereka latih selama masa pelatihan,” ujar Medi saat meninjau lokasi produksi.

Medi menambahkan, konsistensi produksi ini membuktikan bahwa ilmu yang diberikan tidak menguap begitu saja. Warga binaan mampu menghasilkan produk yang layak konsumsi, higienis, dan memiliki nilai jual.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung berharap para warga binaan memiliki bekal wirausaha yang matang, sehingga kelak saat bebas, mereka bisa menjadi pengusaha tempe mandiri di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *