Bandar Lampung – Menutup aktivitas pekan ini, jajaran pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung kembali menggelar deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) pada Jumat (30/01).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kabid Adm. Kamtib), Dat Menda diikuti Kepala KPLP, Febriansyah beserta jajaran.
Dalam pelaksanaannya, tim bergerak dengan strategi “Tegas dan Humanis”. Sisi ketegasan terlihat saat petugas menyisir blok hunian untuk memastikan sterilitas dari barang-barang terlarang (Zero Halinar). Pemeriksaan fisik juga dilakukan secara menyeluruh terhadap sarana dan prasarana (Sarpras) keamanan, mulai dari kondisi teralis, gembok, hingga tembok keliling.
Tak hanya itu, petugas juga melakukan penghitungan ulang jumlah warga binaan untuk memastikan kelengkapan penghuni sesuai data registrasi.
Namun, di balik ketatnya pemeriksaan, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Kabid Kamtib dan jajaran tidak segan untuk berdialog dan menyapa warga binaan secara langsung. Interaksi hangat ini dilakukan untuk mendengar keluhan kesehatan maupun aspirasi mereka, sekaligus meredam ketegangan saat proses pemeriksaan berlangsung.
“Keamanan adalah prioritas, tapi kenyamanan warga binaan juga harus dijaga. Kita tegas dalam memeriksa barang terlarang dan sarpras, tapi kita tetap humanis dalam memperlakukan mereka. Sapaan dan senyum petugas itu penting untuk menciptakan suasana kondusif,” ujar Kabid Kamtib di sela kegiatan.
Langkah seimbang ini membuktikan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen menjaga stabilitas keamanan tanpa mengesampingkan aspek pemenuhan hak asasi dan kenyamanan warga binaan.







