Jambi – Dalam upaya memperluas akses pendidikan dan memperkuat program pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi melakukan audiensi resmi ke Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemberian akses pendidikan tinggi bagi warga binaan pemasyarakatan dan membuka Peluang Kuliah di Balik Jeruji.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, didampingi jajaran struktural. Rombongan disambut hangat oleh Rektor UNAJA, Dr. Said Rizal, S.H.I., M.A, beserta jajaran dekanat. Fokus utama pembahasan adalah rencana
penyelenggaraan program perkuliahan dikhususkan bagi narapidana yang memiliki minat dan potensi untuk melanjutkan studi ke jenjang universitas.
“Pendidikan merupakan instrumen vital dalam membentuk kepribadian dan meningkatkan keterampilan warga binaan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk meraih gelar akademik agar lebih siap dan berdaya saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Syahroni Ali dalam audiensi tersebut.
Peninjauan Fasilitas dan sinergi berkelanjutan selain membahas kurikulum dan teknis perkuliahan, tim dari Lapas Jambi juga melakukan peninjauan terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki oleh UNAJA. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sinergi yang dibangun didukung oleh kualitas akademik dan
fasilitas yang memadai
Program ini diharapkan menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial yang inovatif, dimana pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pendisiplinan, tetapi juga pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan.







