Warga Binaan Lapas Kelas IIB Brebes Ikuti Ibadah dengan Khidmat Dalam Momentum Jumat Agung

120 views

Brebes — Dalam suasana penuh keheningan dan perenungan, peringatan Jumat Agung menjadi momen refleksi mendalam bagi umat Kristiani, termasuk bagi warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Suasana haru dan khidmat pun tampak menyelimuti Aula Sahardjo Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes saat warga binaan beragama Nasrani mengikuti ibadah peringatan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).

Meski tidak dapat melaksanakan ibadah di gereja, kerinduan warga binaan untuk mengikuti ibadah Jumat Agung tetap terobati melalui pelaksanaan ibadah yang difasilitasi oleh pihak Lapas Brebes. Kegiatan ibadah dilaksanakan secara daring dan diikuti dengan penuh khidmat oleh warga binaan beragama Nasrani.

Para warga binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh penghayatan dengan didampingi Pegawai serta menyimak pesan-pesan rohani yang disampaikan dalam ibadah tersebut.

Momentum Jumat Agung dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual agar warga binaan dapat merenungi perjalanan hidup dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali menyampaikan bahwa kegiatan ibadah keagamaan merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan, khususnya dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

“Lapas Brebes berkomitmen untuk selalu memberikan pembinaan kepribadian, salah satunya melalui kegiatan keagamaan seperti peringatan Jumat Agung ini. Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan dapat meningkatkan keimanan, merenungi perjalanan hidup, serta memiliki tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Gowim Mahali.

Gowim juga menambahkan bahwa pembinaan melalui kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan, karena tidak hanya membangun kedisiplinan tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, ibadah tetap dilaksanakan dengan pengawasan petugas dan berjalan dengan tertib, aman, serta kondusif tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan suasana di dalam lapas tetap kondusif serta warga binaan mendapatkan pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana, sehingga dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *