Penuh Kedamaian, Lapas Kelas I Bandar Lampung Gelar Paskah Bersama Keuskupan Tanjung Karang

111 views

Bandar Lampung – Suasana penuh kedamaian dan sukacita mewarnai Gereja Eklesia yang berada di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung pada Rabu, 15 April 2026. Institusi pemasyarakatan ini memfasilitasi penyelenggaraan ibadah Paskah Bersama yang menggandeng langsung jajaran Keuskupan Tanjung Karang.

Kegiatan kerohanian yang berlangsung dengan sangat khidmat ini diikuti oleh para warga binaan bersama dengan perwakilan umat dari Keuskupan Tanjung Karang. Rangkaian ibadah perayaan kebangkitan tersebut diawali dengan prosesi Misa Kudus yang dipimpin secara langsung oleh Romo Antonius Suhendri. Melalui perayaan iman ini, seluruh umat diajak untuk meresapi makna harapan baru dan pembaruan hidup.

Menyambung pesan damai dalam perayaan tersebut, Pengurus Pemerhati Lembaga Pemasyarakatan dari Keuskupan Tanjung Karang, Yuli Nugrahani memberi refleksi yang sangat mendalam mengenai esensi sebuah kehadiran. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada jajaran pimpinan yang selalu terbuka dalam memfasilitasi kegiatan pemenuhan hak spiritual para warga binaan secara berkesinambungan.

“Sesuai dengan tema yang dibawakan oleh Romo Suhendri, kita semua sangat membutuhkan sesuatu yang bernama kehadiran. Kita butuh kehadiran Tuhan untuk menuntun pada kehidupan yang lebih baik, dan di saat yang sama, kehadiran kita juga harus bisa menjadi pengaruh yang baik untuk lingkungan di sekitar kita. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pihak Lembaga Pemasyarakatan yang senantiasa bekerja sama untuk mewujudkan ibadah Paskah ini bagi saudara saudara kita di sini,” ungkap Yuli Nugrahani dengan penuh kehangatan.

Senteria Pane petugas pembinaan kerohanian Kristen Katolik ungkapkan rasa terima kasihnya dan berharap Keuskupan Tanjung Karang selalu bersinergi dan tidak pernah bosan dalam membina iman Kristiani warga binaan di sini.

Melalui perayaan Paskah Bersama ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam memberikan pelayanan prima dan humanis, khususnya dalam pemenuhan hak beribadah. Pemenuhan kebutuhan rohani ini diyakini menjadi pilar utama dalam proses pembinaan karakter dan mental spiritual, sehingga para warga binaan kelak dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang membawa terang dan pengaruh baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *