Kanwil Imigrasi Aceh Bersama Polda Aceh Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing

235 views

Banda Aceh — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh memperkuat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Aceh melalui kegiatan audiensi yang dilaksanakan di Kantor Polda Aceh pada, Kamis (16/4)

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh beserta jajaran, dan diterima oleh Kepala Kepolisian Daerah Aceh. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian serta kepolisian di wilayah Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, di antaranya pengawasan lalu lintas orang, potensi kerawanan keimigrasian, serta langkah pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian. Selain itu, dibahas pula pentingnya pertukaran data dan informasi secara cepat dan akurat guna mendukung efektivitas pengawasan dan penegakan hukum.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas instansi.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Kepolisian Daerah Aceh, khususnya dalam pengawasan orang asing serta penegakan hukum keimigrasian. Kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Aceh menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan sinergi antarinstansi.

Sebagai simbol kerja sama yang semakin erat, kegiatan audiensi diakhiri dengan pertukaran plakat antara kedua pimpinan instansi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama Direktur Intelijen Polda Aceh, khususnya dalam memperkuat pertukaran data dan informasi intelijen terkait pengawasan orang asing.

Melalui audiensi ini, kedua instansi sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan keimigrasian di wilayah Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *