Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Luncurkan Pogram Inovatif Paspor Minggu Ceria

147 views

Banda Aceh — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan terobosan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pasalnya, Kantor Imigrasi Banda Aceh sukses menyelenggarakan program inovatif Pasporia (Paspor Minggu Ceria) yang berlokasi di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh pada, Minggu (14/06).

​Layanan jemput bola yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini sengaja dihadirkan sebagai solusi praktis dan strategis bagi warga kota. Terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan kesulitan meluangkan waktu pada hari kerja untuk mengurus dokumen perjalanan luar negeri.

​Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyampaikan bahwa Pasporia bukan sekadar pemindahan lokasi pelayanan, melainkan sebuah manifestasi dari konsep pelayanan publik yang modern, adaptif, dan ramah masyarakat.

​”Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Melalui Pasporia, pelayanan keimigrasian diintegrasikan dengan aktivitas rekreatif warga di akhir pekan. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati suasana pagi di CFD, sekaligus menyelesaikan urusan paspor mereka secara produktif dalam satu waktu,” jelas Bambang.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan tinjau langsung jalannya kegiatan. “Bahwa pengawasan kualitas pelayanan publik dilakukan secara melekat dan serius. Antusiasme warga yang tinggi pada pelaksanaan hari ini mendapat perhatian khusus dari jajaran pimpinan,” tutur Kakanwil Tato Juliadin Hidayawan.

​Di sela-sela peninjauannya, Kakanwil menyempatkan diri berdialog langsung dengan beberapa pemohon guna mendengar testimoni serta masukan dari masyarakat. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif adaptif ini dan memberikan pengarahan khusus kepada para petugas di lapangan.

​“Konsepnya boleh santai di ruang terbuka, namun SOP, ketelitian dalam verifikasi berkas, dan sikap humanis tidak boleh kendor sedikit pun. Ini adalah bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) berjalan secara nyata, bukan sekadar slogan,” tegas Kakanwil dalam arahannya.

​Capaian Signifikan dan Harapan ke Depan
​Meski dilaksanakan dalam durasi yang terbatas di area terbuka, petugas berhasil melayani 13 permohonan paspor, dengan rincian ​7 permohonan paspor baru dan 6 permohonan penggantian (perpanjangan) paspor.

​Bambang Tri Cahyono menambahkan bahwa angka permohonan tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap ruang pelayanan yang lebih fleksibel. Layanan ini menjamin transparansi penuh, baik dari segi persyaratan maupun biaya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah naungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

​Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh berkomitmen untuk terus memberikan inovasi layanan seperti Pasporia ini. Langkah transformasi yang berkelanjutan ini diharapkan dapat terus menjawab tantangan zaman dan memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *