Ampana – Komitmen untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan memberikan dampak nyata kembali diperkuat melalui kunjungan kerja perdana Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Senin (20/07/2026).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat koordinasi, memperkuat pembinaan organisasi, serta menyatukan komitmen seluruh jajaran dalam mengimplementasikan Program Aksi IMIPAS Tahun 2026 sebagai arah pembangunan Pemasyarakatan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Kedatangan Herman Mulawarman disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, bersama seluruh jajaran pegawai. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menggambarkan sinergi yang erat antara Kantor Wilayah dengan Lapas Ampana dalam membangun budaya kerja yang solid.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog yang produktif untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun pola pikir yang berorientasi pada integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima.
Dalam sesi pengarahan, Herman Mulawarman menyampaikan materi bertajuk “Penguatan Kinerja dan Integritas Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Tahun 2026”. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, setiap insan Pemasyarakatan harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Selain itu,
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, penguatan keamanan dan ketertiban melalui deteksi dini terhadap potensi gangguan, serta membangun kolaborasi yang erat dengan Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang semakin kuat dan terpercaya.
Pada kesempatan tersebut, Herman juga mengulas secara komprehensif implementasi 15 Program Aksi IMIPAS Tahun 2026 dan 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menjadi pedoman kerja seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
Kakanwil mengingatkan bahwa keberhasilan program nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat komitmen terhadap Zero HALINAR, yakni tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, maupun praktik pungutan liar di lingkungan Lapas.
Kemudian untuk menjaga kondisi tetap kondusif, pelaksanaan razia rutin minimal satu kali dalam sepekan harus terus dilaksanakan secara konsisten sebagai langkah deteksi dini dan mitigasi risiko. Di bidang pembinaan, Herman mendorong seluruh jajaran untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Melalui optimalisasi pemanfaatan lahan tidur (idle land) sebagai sarana mendukung ketahanan pangan sekaligus media pembinaan kemandirian. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dapur sehat dengan standar higiene dan sanitasi yang baik, melibatkan warga binaan yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi, serta memperluas akses pendidikan kesetaraan agar warga binaan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Herman memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Menurutnya, seorang pemimpin bukan hanya bertugas mengendalikan organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menginspirasi seluruh jajaran. Kepemimpinan yang kuat akan melahirkan organisasi yang solid, memiliki arah yang jelas, serta mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.
“Seorang pemimpin di Lapas bukan sekadar atasan, melainkan penjaga kompas moral bagi seluruh petugas dan warga binaan. Budaya kerja bukan hanya slogan di dinding, tapi identitas yang kita bawa dalam seragam kita setiap hari. Inilah jati diri petugas pemasyarakatan sejati,” tegas Herman Mulawarman.
Herman turut memberikan apresiasi atas berbagai langkah positif yang telah dilakukan Lapas Kelas IIB Ampana dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan. Berbagai inovasi yang dikembangkan dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Ia berharap seluruh jajaran terus menanamkan nilai-nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel) sebagai budaya kerja yang tercermin dalam setiap tindakan, pelayanan, dan pengambilan keputusan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan terus meningkat.
Lebih lanjut, Herman kembali menggaris bawahi empat prioritas utama yang harus menjadi perhatian seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, yaitu peningkatan kualitas pelayanan dasar kepada warga binaan, penguatan keamanan dan ketertiban sebagai fondasi penyelenggaraan Pemasyarakatan, pembangunan integritas seluruh petugas melalui budaya kerja yang bersih dan disiplin, serta pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan sebagai bentuk pembinaan yang produktif, berkelanjutan dan berdampak bagi masa depan warga binaan.
Menutup arahannya, Herman mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan 15 Program Aksi IMIPAS Tahun 2026 dan 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia menegaskan bahwa setiap insan Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi integritas serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Jangan pernah mempertaruhkan masa depan hanya karena narkoba, HP ilegal, atau pungli. Siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas. Integritas adalah harga mati dalam membangun pemasyarakatan yang profesional dan dipercaya masyarakat,” tandas Herman.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan serta penguatan yang diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah. Menurutnya, arahan tersebut menjadi energi positif bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat disiplin kerja, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, pembinaan langsung dari pimpinan merupakan motivasi yang sangat berharga dalam mendorong terciptanya budaya kerja yang semakin profesional dan berorientasi pada hasil.
Febriansyah menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Ampana siap menindaklanjuti seluruh arahan yang telah disampaikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi 15 Program Aksi IMIPAS Tahun 2026, pelaksanaan 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, penguatan budaya kerja PRIMA, serta penerapan Zero HALINAR secara konsisten.
Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan integritas yang terus dipelihara, Lapas Ampana optimistis mampu menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin berkualitas, aman, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin pasti dan berdampak.







