Ampana – Komitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja perdana Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana, Senin (20/07/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan dasar di Lapas Ampana berjalan sesuai standar, khususnya dalam pemenuhan hak warga binaan atas makanan yang sehat, aman, bergizi, dan layak konsumsi.
Kedatangan Kepala Kantor Wilayah disambut hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, bersama seluruh jajaran. Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban sebagai wujud sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kunjungan perdana ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan pembinaan guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme, integritas, dan pemenuhan hak warga binaan.
Agenda utama kunjungan diawali dengan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Lapas Ampana. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan bahan makanan (Bama), mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, hingga penyajian kepada warga binaan telah memenuhi standar operasional yang berlaku. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif agar kualitas pelayanan tetap terjaga secara konsisten.
Didampingi Kepala Lapas Ampana, Herman Mulawarman meninjau secara langsung setiap sudut dapur. Ia memeriksa kondisi ruang pengolahan makanan, gudang penyimpanan bahan baku, kelengkapan dan kebersihan peralatan memasak, sistem sanitasi, serta meneliti menu siklus 10 hari yang menjadi acuan penyajian makanan bagi warga binaan.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, Herman juga mencicipi makanan yang telah dimasak untuk memastikan cita rasa, tingkat kematangan, kebersihan, serta kelayakan konsumsi sebelum didistribusikan kepada warga binaan.
Menurut Herman, penyelenggaraan makanan merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan pemasyarakatan. Oleh karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan secara profesional, mulai dari pemilihan bahan makanan yang berkualitas, penerapan standar higiene dan sanitasi, hingga penyajian makanan yang memenuhi kebutuhan gizi warga binaan.
“Pelayanan makanan bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan. Karena itu, kualitas Bama, kebersihan dapur, dan proses pengolahannya harus terus dijaga sesuai standar. Jangan pernah berkompromi terhadap kualitas pelayanan,” tegas Herman.
Selain memberikan penguatan kepada jajaran Lapas Ampana, Herman turut menyampaikan sejumlah masukan sebagai upaya penyempurnaan sistem pengawasan kualitas bahan makanan dan penerapan standar kebersihan dapur. Ia mengapresiasi kondisi dapur Lapas Ampana yang dinilai bersih, tertata rapi, dan telah menerapkan tata kelola yang baik.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak boleh berhenti pada capaian saat ini, melainkan harus terus ditingkatkan melalui evaluasi berkala, inovasi menu yang tetap memperhatikan nilai gizi, serta pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Apa yang sudah baik harus dipertahankan, sementara yang masih perlu disempurnakan harus segera dibenahi. Pelayanan yang berkualitas lahir dari kedisiplinan, komitmen, dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan langsung yang diberikan Kepala Kantor Wilayah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyelenggaraan makanan bagi warga binaan yang merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi.
Ia menegaskan bahwa seluruh arahan yang diberikan akan segera ditindaklanjuti melalui penguatan pengawasan internal, peningkatan disiplin petugas, serta evaluasi rutin terhadap setiap tahapan pengelolaan bahan makanan agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.
“Arahan Bapak Kakanwil menjadi evaluasi sekaligus penyemangat bagi kami. Kami berkomitmen menjaga kualitas Bama, meningkatkan kebersihan dapur, serta memastikan setiap proses pengolahan makanan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga hak warga binaan dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Febriansyah.
Melalui sidak perdana ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Pengawasan yang dilakukan secara langsung diharapkan mampu memastikan setiap layanan dasar berjalan sesuai standar, sehingga hak-hak warga binaan tetap terpenuhi secara optimal.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dengan pengawasan yang konsisten dan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, Lapas Ampana diharapkan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan warga binaan sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam menjamin hak-hak dasar setiap individu.







