Admisi Orientasi di Lapas Metro, Perkuat Pemahaman Aturan dan Pembinaan Bagi Warga Binaan dan Tahanan Baru

110 views

Metro — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali melaksanakan kegiatan admisi orientasi bagi Warga Binaan dan Tahanan yang tengah menjalani masa pengenalan lingkungan. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, (15/11/2025) dan menjadi bagian penting dalam proses awal pembinaan serta adaptasi mereka selama berada di dalam Lapas.

Pada kegiatan kali ini, pengarahan diberikan langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Palhan, didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Cahya Adi Nugraha. Kegiatan admisi orientasi di Lapas Metro memang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu, dan materi disampaikan secara bergantian oleh tiap seksi untuk memastikan seluruh aspek pembinaan dapat diterima dengan baik.

Dalam arahannya, Palhan menekankan pentingnya memahami dan mematuhi setiap aturan yang berlaku di Lapas Metro. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap tata tertib bukan hanya untuk menjaga ketertiban lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada berbagai hak Warga Binaan.

“Jangan sampai kalian melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan segala hak-hak seperti integrasi, dan lain lain tidak diberikan, apabila kalian terbukti bersalah,” tegas Palhan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat ibadah dan pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses perubahan diri. “Sholatlah kalian, baca Al-Qur’an, jangan dilupakan itu semua, berubahlah untuk menjadi yang lebih baik,” tutup Palhan.

Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah titik awal penting dalam membentuk sikap, pemahaman, dan perilaku Warga Binaan dan Tahanan selama berada di dalam Lapas.

“Admisi orientasi menjadi pondasi awal bagi Warga Binaan dan Tahanan untuk memahami aturan, pola pembinaan, hingga nilai-nilai kedisiplinan di dalam Lapas. Kami ingin mereka selama berada di dalam Lapas melakukan berbagai hal dengan tertib, aman, dan produktif. Kesadaran dan perubahan diri harus dibangun sejak dini,” ujar Tunggul.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Metro berkomitmen memberikan pembinaan humanis dan terukur, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan optimal.

Salah satu Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku bahwa orientasi ini sangat membantunya memahami kehidupan di dalam Lapas. “Awalnya saya bingung harus bagaimana di sini, peraturan apa aja yang berlaku. Tapi Setelah ikut orientasi, saya jadi paham aturan dan apa saja yang harus saya jalani,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan admisi orientasi ini, Lapas Metro berharap seluruh Warga Binaan dan Tahanan dapat lebih siap menjalani masa pidana dengan kesadaran penuh, mematuhi aturan, serta membuka diri terhadap proses pembinaan yang telah disiapkan. Momentum orientasi ini menjadi langkah awal untuk menata kembali kehidupan dan membangun jalan menuju perubahan positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *