Metro — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali membuahkan hasil nyata. Seorang Warga Binaan berinisial TR menunjukkan kemampuan luar biasa setelah terus dilatih untuk budidaya ikan lele yang dibimbing langsung oleh petugas pembina. Kamis (20/11/2025).
Kini, TR tidak hanya memahami teori, tetapi sudah mampu melakukan proses pembenihan ikan lele dengan baik, mulai dari pemilihan indukan hingga proses penetasan benih. Kemampuan tersebut ia pelajari selama mengikuti kegiatan pembinaan yang dilaksanakan setiap harinya sebagai upaya Lapas Metro membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif.
TR mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan pendampingan yang sangat baik dari petugas, sehingga mampu memahami tahapan demi tahapan pembenihan ikan lele. “Saya benar-benar dibimbing dari awal, diajari dengan sabar. Dari bagaimana mengetahui induk yang siap pijah, menyiapkan kolam, sampai proses penetasan. Ternyata kalau dilakukan dengan benar hasilnya sangat memuaskan,” ujar TR.
Menurut TR, pembinaan yang ia terima menjadi pengalaman berharga yang akan ia gunakan setelah bebas nanti. Ia berharap keterampilan ini dapat menjadi jalan baru bagi kehidupannya ke depan.
Sementara itu, Petugas Pembina, Satria Boyng Citra, menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan dasar tentang karakter ikan hingga praktik langsung. Ia menegaskan bahwa pembenihan lele membutuhkan ketelitian, kebersihan, dan pengetahuan teknis yang tepat.
“Warga Binaan diberikan pengetahuan dari dasar. Mereka belajar bagaimana indukan lele dapat digunakan untuk pembenihan setelah berusia sekitar 14 bulan. Setiap indukan yang produktif bisa menghasilkan hingga 20 ribu benih,” jelas Boyng.
Ia juga memaparkan langkah-langkah teknis pembenihan. Proses pemijahan dilakukan dengan rasio 1 pejantan dan 2 betina di kolam berukuran 2 x 5 meter milik Lapas. Adapun perlengkapan yang harus disiapkan meliputi kolam bersih, ijuk, vitamin, dan pemberat.
“Proses pemijahan berlangsung semalam. Nanti gonat akan menempel pada ijuk. Besoknya indukan dipindahkan kembali ke kolam semula, lalu ijuk dipindah ke kolam khusus untuk proses penetasan dan pembesaran,” tambahnya.
Hasil pembenihan tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi Lapas Metro juga menjual benih berukuran 3–4 cm atau berumur sekitar 40 hari. Selain dijual, sebagian benih dipelihara untuk dibesarkan menjadi lele konsumsi.
Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian TR dan kinerja petugas pembina. Menurutnya, ini bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas bukan sekadar rutinitas, tetapi mampu melahirkan keterampilan yang bermanfaat.
“Ketika Warga Binaan dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, mereka semakin siap kembali ke masyarakat. Kami akan terus mendorong program-program kemandirian agar lebih banyak Warga Binaan mendapatkan ilmu yang bisa mengubah hidup mereka,” tegas Tunggul.






