Kepala Rutan Sukadana Ikuti Donor Darah Hari Bakti Kemenimipas ke-1 di Rutan Kelas I Bandar Lampung

111 views

Lampung — Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Sukadana, Farizal Antony, turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah dalam rangka peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-1 yang digelar di Rutan Kelas I Bandar Lampung, Jum’at (14/11).

Mengusung tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”, kegiatan donor darah menjadi wujud komitmen bersama dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Acara donor darah ini diikuti langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Jalu Yuswa Panjang, para pimpinan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Lampung, serta pegawai pemasyarakatan yang berpartisipasi sebagai pendonor. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh antusiasme, dan menggambarkan soliditas insan pemasyarakatan dalam aksi sosial kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Sukadana, Farizal Antony, menyampaikan bahwa partisipasi dalam donor darah bukan hanya sebuah kegiatan simbolis, tetapi juga bentuk kontribusi yang sangat nyata bagi masyarakat.

“Donor darah ini adalah wujud nyata bahwa insan pemasyarakatan hadir untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui tema yang diusung, kami ingin menunjukkan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan adalah bentuk pengabdian yang tulus untuk kemanusiaan,” ujar Karutan.

Karutan juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian antarpegawai pemasyarakatan, sekaligus menguatkan sinergi antar-UPT dalam memperingati hari bersejarah bagi Kemenimipas.

“Momentum Hari Bakti Kemenimipas ke-1 ini menjadi pengingat bahwa kita bekerja tidak hanya untuk institusi, tetapi juga untuk bangsa. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menginspirasi pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” imbuhnya.

Hari Bakti Kemenimipas ke-1 menjadi tonggak awal penguatan pengabdian dan pelayanan, sejalan dengan transformasi kelembagaan menuju Kemenimigrasian dan Pemasyarakatan yang semakin profesional dan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *