Lapas Metro Penuhi Hak Pendidikan Warga Binaan Melalui Program Kejar Paket

111 views

Metro — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak dasar Warga Binaan melalui penyelenggaraan program pembelajaran Kejar Paket A, B, dan C. Program pendidikan non-formal ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Metro dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Metro yang telah disepakati sebelumnya. Pada Rabu, (26/11/2025).

Pembelajaran difokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang menjadi salah satu kompetensi dasar penting bagi peserta didik.
Program Kejar Paket A, B, dan C di Lapas Metro tidak hanya bertujuan memberikan ijazah kesetaraan, tetapi juga menjadi wujud pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal yang sempat terhenti karena berbagai kondisi. Selain itu, program ini juga menumbuhkan semangat belajar, rasa percaya diri, dan harapan baru bagi mereka setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang wajib diberikan kepada seluruh Warga Binaan, tanpa terkecuali. Ia menilai bahwa pembinaan di bidang pendidikan merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial.

“Pendidikan adalah jembatan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui kerja sama dengan SKB Kota Metro, kami ingin memastikan Warga Binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki diri. Harapan kami, ilmu yang mereka dapatkan di sini dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kalapas Tunggul.

Ia juga menambahkan bahwa Lapas Metro akan terus memperluas akses pembinaan pendidikan, baik melalui peningkatan kualitas pembelajaran maupun penambahan jenis pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas khusus ini diikuti secara antusias oleh para Warga Binaan. Mereka menerima materi Bahasa Indonesia dengan metode penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.

Salah satu peserta program Kejar Paket C mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Dulu saya putus sekolah pak, kemampuan baca dan nulis saya juga kurang. Di sini saya bisa belajar lagi. Alhamdulillah,” ujar salah satu warga binaan.

Menurutnya, pembelajaran ini tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga menumbuhkan semangat dan harapan untuk masa depan. “Saya kepinginnya setelah keluar nanti bisa dapat kerja yang lebih baik pak. Belajar ini jadi modal untuk saya,” kata dia.

Melalui pelaksanaan rutin program Kejar Paket ini, Lapas Metro berharap Warga Binaan tidak hanya mendapatkan ijazah sebagai bentuk legalitas pendidikan, tetapi juga memperoleh wawasan dan karakter baru yang lebih positif. Dengan bekal pendidikan yang memadai, mereka diharapkan dapat berdaya saing ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *