Momentum Pembinaan, Jajaran Rutan Kelas I Samarinda Bersama Warga Binaan Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

113 views

Samarinda — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang dikuti oleh warga binaan bertempat di lapangan Rutan Kelas I Samarinda, Rabu (21/1/2026),

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan lantunan Sholawat Badar (Badriah) yang diiringi tabuhan rebana, sehingga menambah kekhusyukan dan suasana religius dalam peringatan Isra Miľraj Nabi Muhammad SAW.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. “Isra Mi”raj mengajarkan kita tentang pentingnya shalat sebagai pondasi utama dalam kehidupan, yang harus terus dijaga dan diamalkan,” ujar Karutan.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Samarinda menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan, perkuat kedisiplinan ibadah, serta memperbaiki akhlak bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dalam tausiyahnya, Guru H. Achmad Zaini, Khadimul Majelis Ta’lim Al-Anwarul Bahiyyah, menyampaikan bahwa terdapat beberapa golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah SWT di Padang Mahsyar, di antaranya pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan dan memakmurkan masjid, orang yang ikhlas dalam bersedekah dan beramal, serta hamba yang senantiasa mengingat Allah SWT.

Di akhir tausyiahnya, Guru H. Achmad Zaini mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga shalat, karena shalat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang diterima Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Rutan Samarinda berkomitmen untuk terus melaksanakan pembinaan kepribadian dan spiritual secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan pemasyarakatan yang beriman, berakhlak mulia, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Hal ini diharapkan menjadi booster atau spiritual yang mengubah pola pikir warga binaan dari sekadar menjalani hukuman menjadi masa pembentukan karakter yang baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *