Bandar Lampung – Kesehatan para warga binaan selalu menjadi salah satu fokus utama pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Sebagai langkah proaktif antisipasi dan pencegahan penyakit menular, sebanyak 14 orang warga binaan dijadwalkan mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan khusus berupa tes Voluntary Counseling and Testing di Klinik Passai pada Senin, 9 Maret.
Pelaksanaan tes pemeriksaan darah yang diiringi dengan layanan konseling psikologis ini difasilitasi langsung oleh tenaga medis internal Klinik Passai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Langkah strategis ini merupakan bagian dari program deteksi dini terhadap potensi penularan virus HIV serta penyakit menular lainnya di dalam lingkungan pembinaan.
Kepala Bidang Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, menjelaskan secara mendetail mengenai urgensi pelaksanaan tes kesehatan bagi belasan warga binaan tersebut.
“Pelaksanaan tes Voluntary Counseling and Testing ini adalah wujud nyata komitmen institusi dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan. Tujuannya sangat jelas, yakni sebagai langkah deteksi dini. Melalui pemeriksaan ini, kita bisa memetakan kondisi kesehatan mereka secara akurat. Jika nantinya ditemukan ada yang terindikasi memerlukan penanganan khusus, tim medis Klinik Passai dapat segera memberikan terapi pengobatan yang tepat, serta mencegah potensi penularan ke warga binaan lainnya di dalam blok hunian,” papar Gatot Suariyoko memberikan penjelasan.
Melalui layanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya tertib dan aman secara fisik, tetapi juga terjamin dari segi kesehatan paripurna bagi seluruh penghuninya.







