Bandar Lampung – Kegiatan deteksi dini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung pada Rabu (04/02) menyajikan pemandangan yang menyejukkan. Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati, didampingi pejabat struktural dan jajaran staf, tidak hanya fokus pada ketegasan pengamanan, tetapi juga memberikan sentuhan perhatian kepada kelompok rentan.
Dalam kegiatan kontrol keliling tersebut, rombongan memastikan situasi blok hunian aman dan seluruh prosedur pengamanan berjalan sesuai standar operasional. Namun, momen istimewa terjadi saat Kalapas menyambangi kamar hunian khusus Warga Binaan Lanjut Usia (Lansia).
Kalapas meluangkan waktu cukup lama untuk berdialog dengan para orang tua yang sedang menjalani masa pidana tersebut. Ia menanyakan kondisi kesehatan, kenyamanan tempat tidur, hingga asupan makanan mereka. Interaksi hangat ini seolah menghapus jarak antara petugas dan warga binaan, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.
“Deteksi dini itu maknanya luas. Bukan cuma cek teralis besi, tapi juga cek kondisi fisik dan batin warga binaan, terutama para Lansia. Mereka adalah kelompok prioritas yang harus kita pastikan kesehatannya dan keamanannya. Kita anggap mereka seperti orang tua sendiri yang harus dihormati dan dilindungi,” tutur Kalapas dengan nada empati.
Langkah ini menegaskan bahwa di balik tembok tebal dan jeruji besi Lapas Kelas I Bandar Lampung, nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi panglima. Keamanan yang kondusif tidak hanya dibangun melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap mereka yang paling rentan.







