Metro — Program pembinaan kepribadian yang berbasis keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro terus menunjukkan hasil positif. Salah satu kegiatan rutin yang menjadi bagian penting dari pembinaan adalah belajar membaca Al-Qur’an di Masjid At-Taubah yang diikuti oleh para Warga Binaan yang menjalani program santri.
Kegiatan ini didampingi oleh Petugas Pembina, Nova Setiawan, serta Ustadz dari Pondok Pesantren Miftahul Jannah yang secara khusus hadir untuk memberikan ilmu dan bimbingan.
Aktivitas belajar Al-Qur’an dilakukan setiap hari pada waktu-waktu yang telah ditentukan, dimulai setelah Warga Binaan mengikuti kajian keislaman. Nova menjelaskan bahwa proses pembelajaran mencakup berbagai tingkatan, mulai dari membaca Al-Qur’an dasar, belajar tajwid, hingga mengikuti kelas tahfidz.
“Warga Binaan setiap harinya belajar baca Al-Qur’an, belajar tajwid selepas mengikuti kajian-kajian keislaman. Mereka juga ada yang mengikuti kelas tahfidz,” ujar Nova.
Program santri ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang menjadi salah satu fokus utama Lapas Metro. Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk mental, perilaku, dan cara pandang Warga Binaan agar lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Menurut Tunggul, program ini diharapkan memberi dampak nyata terhadap perubahan karakter Warga Binaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti pembelajaran Al-Qur’an menjadi jembatan penting untuk menanamkan kedisiplinan, ketenangan batin, serta kesadaran spiritual.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi Warga Binaan, karena pembelajaran agama mampu membentuk karakter dan menghadirkan ketenangan. Kami ingin mereka keluar nanti dengan bekal akhlak yang lebih baik, serta siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” kata Tunggul.
Selain itu, Tunggul juga memberikan apresiasi kepada para pembina dan ustadz yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi Warga Binaan. Ia menekankan bahwa sinergi antara petugas dan pihak luar menjadi salah satu kunci keberhasilan program pembinaan di Lapas Metro.
Program pembelajaran Al-Qur’an ini ternyata membawa pengalaman spiritual baru bagi banyak Warga Binaan. Salah satu peserta program santri menyampaikan bahwa kegiatan ini membantunya memperbaiki diri dan menemukan ketenangan yang selama ini sulit ia dapatkan.
“Saya jadi lebih dekat dengan agama. Belajar Al-Qur’an di sini bikin saya lebih tenang, seperti dapat kesempatan baru buat berubah,” ungkap salah satu Warga Binaan.






