Lampung — Optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi, Rutan Kotabumi Kembangkan Budidaya Belut dan Lele. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Salah satu bentuk implementasinya adalah pengembangan budidaya perikanan berupa belut dan lele yang dikelola langsung oleh warga binaan. Dalam kegiatan budidaya belut berhasil menghasilkan panen sebanyak 3 kilogram, sementara ikan lele yang dibudidayakan mencapai 700 ekor.
Program ini menjadi sarana pembelajaran terpadu yang melatih keterampilan teknis sekaligus membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Marthen Butar Butar, menegaskan dukungan penuh serta apresiasinya terhadap pelaksanaan Sarana Asimilasi dan Edukasi tersebut. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi masa depan warga binaan.
“Keberadaan Sarana Asimilasi dan Edukasi ini sangat positif. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini karena tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk mental, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Selain mendukung program ketahanan pangan dan optimalisasi pemanfaatan lahan di lingkungan rutan, kegiatan ini juga menjadi bekal ekonomi yang bernilai guna setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.
Rutan Kotabumi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pembinaan, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan Rutan Kotabumi semakin jaya, bergerak prima, pelayanan luar biasa.







