Metro — Program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satu bentuk keberhasilan tersebut terlihat dari keterampilan para Warga Binaan yang salah satunya dalam bidang pangkas rambut, yang kini mulai menjadi kegiatan produktif dan diminati di lingkungan Lapas.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis agar kelak setelah bebas dapat memiliki keahlian yang bermanfaat dan berdaya saing di masyarakat. Melalui pelatihan yang difasilitasi oleh Lapas Metro bersama instruktur profesional dari luar, para peserta dibimbing untuk memahami teknik dasar hingga gaya potongan rambut modern yang banyak diminati saat ini.
Salah seorang Warga Binaan berinisial B mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan keterampilan baru selama menjalani masa pembinaan di Lapas Metro. Ia mengatakan bahwa sejak pertama kali diperkenalkan dengan dunia pangkas rambut, dirinya langsung tertarik untuk belajar secara sungguh-sungguh.
“Awalnya saya cuma bantu-bantu aja, tapi lama-lama jadi senang. Instruktur ngajarin dari dasar banget, gimana cara pegang gunting, pakai alat, sampai teknik merapikan rambut. Sekarang alhamdulillah saya udah bisa pangkas rambut Warga Binaan lain, bahkan petugas juga,” ungkapnya dengan bangga.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Silahuddin, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Metro berjalan dengan baik dan berorientasi pada peningkatan kualitas diri Warga Binaan.
“Tujuan kami bukan hanya agar mereka bisa punya keterampilan, tapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Kami ingin setelah mereka bebas nanti, mereka punya bekal untuk hidup mandiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujar SIlahuddin dalam keterangannya. Jum’at, (7/11/2025).
Sementara itu, Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono dalam keterangannya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian tersebut. Ia menilai keberhasilan Warga BInaan dalam menguasai keterampilan pangkas rambut merupakan cerminan dari komitmen bersama untuk mencetak pribadi yang lebih baik.
“Kami bangga melihat semangat mereka, hasilnya juga bagus, nggak kalah sama barbershop di luar. Yang penting mereka punya niat dan semangat untuk berubah, karena Itu yang utama,” ucapnya.






