Kota Bakti — Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad Saefulloh berserta pejabat struktural terima kunjungan Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kemasyarakatan, Ahmad Fanani, bersama Tenaga Ahli Menteri, Yudho Giri Sucahyo didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, dalam rangka monitoring pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan lapas, 29 Oktober 2026.
Peninjauan lapangan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan tata kelola pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Lapas Kelas IIB Kota Bakti.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan serta memastikan bahwa penyelenggaraan layanan terus diarahkan pada prinsip profesionalisme, transparans serta akuntabilitas dan kepastian prosedur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Dalam rangkaian peninjauan, rombongan melakukan pemantauan terhadap lingkungan dan fasilitas pelayanan yang tersedia di Lapas Kelas IIB Kota Bakti. Peninjauan ini menjadi kesempatan untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung kelancaran pelayanan,
Kemudian sekaligus mencermati pelaksanaan mekanisme pelayanan kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang berkepentingan. Keberadaan fasilitas yang memadai dan prosedur pelayanan yang jelas merupakan unsur penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, tertib dan mudah diakses.
Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Bapak Benny Muhammad Saefulloh, bersama pejabat struktural dan jajaran turut mendampingi rombongan selama kegiatan berlangsung. Dalam kesempatan tersebut, jajaran lapas menunjukkan komitmen untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan pelayanan publik melalui pelaksanaan tugas yang sesuai dengan standar operasional prosedur serta penguatan koordinasi internal.
Pendampingan ini juga menjadi bagian dari keterbukaan jajaran lapas dalam mendukung proses monitoring dan evaluasi guna mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan.
Kegiatan monitoring ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima di lingkungan pemasyarakatan.
Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kompetensi petugas, kedisiplinan, sikap responsif, serta komitmen dalam memberikan pelayanan secara adil dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Kota Bakti diharapkan senantiasa menjaga integritas dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas demi memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Melalui peninjauan lapangan ini, Lapas Kelas IIB Kota Bakti menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan tata kelola pelayanan publik secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam mendorong penyelenggaraan layanan yang semakin transparan, akuntabel, efektif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dengan dukungan dan sinergi antara jajaran pimpinan serta seluruh petugas pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Kota Bakti terus berupaya mewujudkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.







