Gunung Sugih – Lapas Kelas IIB Gunung Sugih menerima kunjungan kerja Kakanwil Ditjenpas Lampung bersama Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan (Dirtikers), Jumat (23/10).
Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian arahan, evaluasi, serta penguatan komitmen kepada seluruh jajaran terkait optimalisasi pelayanan publik, pemberantasan praktik diskriminatif, serta akurasi pemberian hak warga binaan.
Penguatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirtikers, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si. Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi terhadap layanan diskriminatif yang seringkali menjadi akar permasalahan munculnya praktik pungutan liar (pungli) dan peredaran halinar (handphone, narkoba, dan uang).
Selain itu, ditekankan pula terkait akurasi usulan hak integrasi warga binaan, seperti remisi (termasuk donor darah dan sakit berkepanjangan) serta usulan integrasi. Seluruh jajaran diminta untuk melakukan cek dan ricek terhadap setiap dokumen yang diusulkan agar terhindar dari kelalaian yang berdampak hukum.
Dalam arahannya, pimpinan juga mendorong optimalisasi penggunaan Aplikasi Jalin sebagai alat pemantauan proses integrasi warga binaan yang transparan dan akuntabel. “Sebaik apapun layanan kinerja yang kita berikan, jika tidak bisa memberi kepastian, itu persepsinya akan hancur,” ungkap Dirtikers sebagai bahan renungan bersama dalam membangun citra positif pemasyarakatan melalui perubahan pola pikir.
Kalapas Gunung Sugih, Sastra Irawan, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan arahan tersebut dalam tugas sehari-hari. Ia juga sangat mengapresiasi arahan dan penguatan yang diberikan oleh Bapak Dirtikers.
“Seluruh jajaran Lapas Gunung Sugih berkomitmen penuh untuk menginventarisir dan menghapus segala bentuk layanan diskriminatif, serta memastikan setiap proses pemberian hak warga binaan berjalan akurat dan bebas dari pungli. Perubahan pola pikir dan sikap saling membantu akan terus kami dorong demi terciptanya kondisi lapas yang bersih, transparan dan bermartabat,” ujar Kalapas Sastra Irawan.
Melalui kegiatan penguatan tersebut, Lapas Gunung Sugih terus berupaya meningkatkan sinergi dan kedisiplinan seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sekaligus menjaga integritas organisasi dari segala bentuk penyimpangan.







