Dukung Sensus Ekonomi 2026, Lapas Ampana Bersinergi dengan BPS Wujudkan Data Berkualitas untuk Pembangunan

109 views

Ampana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional. Pada Senin (27/07), Lapas Ampana menerima kunjungan tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tojo Una-Una untuk melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi Tahun 2026 terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sivia Patuju Lapas Ampana tersebut dilaksanakan secara tertib, sistematis, dan penuh koordinasi antara petugas BPS dengan jajaran Lapas.

Pelaksanaan pendataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan data statistik ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional. Kehadiran BPS di Lapas Ampana mencerminkan komitmen bahwa setiap proses pengumpulan data dilakukan secara menyeluruh sehingga mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif.

Dalam pelaksanaannya, tim BPS Kabupaten Tojo Una-Una yang dipimpin oleh Sumiarti Banun, S.Hut. melakukan verifikasi serta pengumpulan berbagai informasi sesuai instrumen resmi Sensus Ekonomi 2026. Setiap tahapan dilaksanakan secara cermat dan sesuai prosedur guna memastikan seluruh data yang diperoleh memiliki tingkat validitas dan akurasi yang tinggi sebagai dasar penyusunan statistik nasional.

Proses pendataan dilakukan melalui metode wawancara langsung serta pencatatan informasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang memenuhi kriteria sensus. Pendekatan tersebut memungkinkan petugas memperoleh data yang lebih akurat sekaligus menjaga kualitas informasi yang dihimpun sehingga dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari basis data pembangunan nasional.

Ketua Tim BPS Kabupaten Tojo Una-Una, Sumiarti Banun, S.Hut., menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sebagai bahan penyusunan statistik resmi pemerintah. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung penyusunan program yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kolaborasi antara Lapas Ampana dan BPS merupakan bentuk sinergi nyata antarinstansi pemerintah dalam mendukung penyediaan data yang akurat, berkualitas, dan dapat dipercaya sebagai fondasi pembangunan nasional.

“Data yang valid merupakan salah satu fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah yang tepat, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, Lapas Ampana siap memberikan dukungan melalui penyediaan data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Febriansyah.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarinstansi pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis data. Dengan dukungan data statistik yang berkualitas, pemerintah akan memiliki gambaran yang lebih komprehensif dalam menentukan arah kebijakan, menyusun program pembangunan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal dan tepat sasaran.

Seluruh rangkaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Lapas Kelas IIB Ampana berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Lapas Ampana dan BPS Kabupaten Tojo Una-Una dalam mendukung tersedianya data statistik yang berkualitas sebagai landasan pembangunan daerah maupun nasional menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *