Lapas Kelas IIB Kota Bakti Gelar Razia dan Tes Urine Gabungan Bersama APH

135 views

Kota Bakti — Lapas Kelas IIB Kota Bakti melaksanakan kegiatan razia dan tes urine gabungan bersama unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini serta penguatan keamanan dan ketertiban guna memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang serta penyalahgunaan narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Benny Muhammad Saefulloh, menjelaskan, adapun rincian jumlah petugas yang terlibat langsung dalam kegiatan ini yaitu berjumpah 55 petugas dengan rincian, pihak eksternal berjumlah 25 petugas, yang terdiri dari petugas dari pihak BNNK, 15 petugas dari pihak POLRI, 5 petugas dari pihak TNI adapun petugas dari pihak internal lapas yang terlibat berjumlah 30 orang, yang terdiri dari pejabat struktural, anggota regu pengamanan, staf, serta perawat klinik lapas.

Pelaksanaan razia dilakukan secara menyeluruh terhadap 16 kamar hunian Warga Binaan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara teliti pada seluruh bagian kamar hunian, termasuk area-area yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam Lapas. Pemeriksaan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

4Kegiatan razia tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk komitmen jajaran Lapas Kelas IIB Kota Bakti bersama APH terkait dalam mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi antara Lapas, TNI, Polri, dan BNNK Pidie menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan serta pelaksanaan deteksi dini di lingkungan Pemasyarakatan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 16 kamar hunian, petugas gabungan tidak menemukan barang-barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan pengawasan sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pemeriksaan dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Adapun hasil razia kamar hunian pada kali ini yaitu:
– Sendok besi 2 buah
– Botol kecil dari bahan kaca 7 buah
– Paku besi 10 buah
– Korek api 8 buah
– Terminal wire 1 buah
– Lainnya 5 buah

Selain pelaksanaan razia kamar hunian, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 35 orang WBP yang dipilih secara acak. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan BNNK Pidie sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Tidak hanya WBP, sebanyak 10 orang petugas Lapas Kelas IIB Kota Bakti turut menjalani pemeriksaan urine. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh WBP yang menjalani tes urine maupun petugas yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi dan sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga lingkungan Pemasyarakatan agar tetap bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Melalui pelaksanaan razia dan tes urine gabungan ini, Lapas Kelas IIB Kota Bakti menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas.

Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNNK Pidie akan terus diperkuat melalui koordinasi dan kegiatan deteksi dini secara berkala, sebagai bagian dari upaya ciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *